Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Tiroid ?

Uncategorized
Hasil gambar untuk Penyakit Tiroid

Gaya.tempo.co

Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam proses metabolisme tubuh melalui hormon yang dihasilkan. Gondok kecil yang tidak berbahaya hingga kanker yang mengancam jiwa adalah gangguan tiroid yang terjadi. Di sisi lain, produksi hormon tiroid yang tidak normal adalah permasalahan dari tiroid yang paling umum dan sering terjadi. Sebagai contoh, hipertiroidisme merupakan suatu kondisi saat terlalu banyak hormon tiroid yang dihasilkan. Kebalikannya, hipotiroidisme merupakan kurangnya produksi hormon tiroid. 

Beberapa faktor yang bisa memicu produksi hormon tiroid :

  • Kelenjar tiroid yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya
  • Adanya permasalahan di kelenjar pituari di dalam otak
  • Pengaruh obat yang mengandung litium (Li)
  • Kadar iodin yang berlebihan di dalam tubuh

Gejala umum penyakit tiroid meliputi :

  • Perubahan siklus haid
  • Etak jantung menjadi cepat
  • Gugup dan tremor (gemetar)
  • Terjadi pembengkakan
  • Kolesterol tinggi
  • Kenaikan berat badan

Bagaimana penyakit tirodi didiagnosis ?

Sebelum cara mengobati penyakit tiroid dilakukan, diagnosis dilakukan secara mendetail. Beberapa langkah yang bisa diambil yaitu USG, pemindaian dengan isotope radioaktif, pemeriksaan darah, dan biopsi melalui aspirasi jarum halus. Sedangkan tes darah memiliki fungsi untuk mengukur kadar hormon tiroi dan TSH (thyroid stimulating hormone). Hal ini bertujuan untuk menentukan jenis penyakit tiroid yang dialami penderita. Pemeriksaan USG dan pemindaian isotop radioaktif bermanfaat untuk mengetahui ukuran dan jenis benjolan yang terjadi. Biopsi dengan aspirasi jarum bermanfaat untuk mengetahui jenis sel yang ada di dalam benjolan.

Pilihan Pengobatan Sebagai Cara Mengobati Penyakit Tiroid :

Jenis tiroid yang dialami penderita, usia dan kondisi kesehatan akan menentukan pengobatan penyakit tiroid. Ada tiga cara yang bisa dilakukan secara umum untuk mengobati penyakit tiroid yaitu :

1. Pemberian Obat – Obatan

Fungsi dari pemberian obat – obatan berbeda – beda, yaitu :

  • Mengganti hormon tiroid di dalam tubuh
  • Menghancurkan sel – sel tiroid
  • Menurunkan produksi hormon tiroid

2. Terapi Radioaktif

Kasus hipertiroidisme yang sulit dikontrol dengan obat – obatan bisa ditasi dengan terapi radioaktif.

3. Prosedur Operasi

Langkah ini diambil apabila cara sebelumnya dirasa tidak optimal. Jenis operasi yang dilakukan sesuai dengan saran dokter yaitu proses pengangkatan kelenjar tiroid atau biasanya dinamakan tiroiektomi. Cara ini dilakukan dengan tujuan menangani kelenjar tiroid yang mengalami pembengkakan.

Penyakit tiroid termasuk penyakit yang bisa dicegah. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan seperti berhenti merokok, membatasi konsumsi kedelai dan mencukupi asupan yodium atau minum suplemen yodium. Menghindari produk yang banyak mengandung fluoride dan melakukan pemeriksaan kesehatan juga sebaiknya dilakukan. Memeriksakan diri ke dokter dengan segera sebaiknya dilakukan apabila terdapat gejala yang dialami. Apalagi apabila gejala itu sudah mengganggu aktivitas sehari – hari. Konsultasi dengan dokter juga bermanfaat untuk mengetahui cara megobati penyakit tiroid yang tepat sehingga kondisinya tidak semakin parah.

Beberapa zat gizi yang harus diperhatikan untuk melengkapi kebutuhan tubuh dan mencegah tiroid yaitu :

1. Yodium

Yodium merupakan mineral yang sangat penting untuk tubuh. Zat ini bermanfaat untuk membuat hormon tiroid. Kekurangan yodium menimbulkan resiko untuk mengalami hipotiroidisme lebih tinggi. Menambahkan garam meja ke dalam masakan sehari – hari bisa dilakukan atau mengonsumsi makanan yang mengandung banyak yodium seperti susu, ikan dan telur bisa dilakukan.

2. Selenium

Beberapa makanan yang mengandung selenium yaitu kacang – kacangan, ikan tuna, ikan sarden. Sedangkan untuk mengonsumsi selenium harus mendapatkan resep dokter terlebih dahulu. Selenium bermanfaat untuk membantu tubuh mengatifkan hormon ini agar bisa digunakan dengan optimal. Selain itu, selenium juga bermanfaat sebagai antioksidan dimana selenium dapat melindungi kelenjar tiroid dari radikal bebas.

3. Zink

Seiring dengan konsumsi selenium, zink bermanfaat untuk membantu tubuh mengaktifkan hormon tiroid dan mengontrol TSH. TSH merupakan hormon yang memberikan tanda pada kelenar untuk mengeluarkan hormon tiroid. Zink bisa didapatkan dalam makanan seperti daging sapi, kerang – kerangan, daging dan hati ayam.

4. Kalsium

Apabila hipertiroidisme terjadi, hal yang terjadi adala kalsium sulit diserap di dalam tubuh. Jika tidak ada kalsium, tulang menjadi rentan dan rapuh serta beresiko untuk mengalami osteoporosis. Beberapa makanan yang mengandung tinggi kalsium seperti okra, ikan, kacang almod dan brokoli. 

Sumber :

www.halodoc.com

www.hellosehat.com 

Read More